Inilah Fase Dalam Siklus Menstruasi yang Harus Wanita Kenali Tiap Bulan

Kesehatan19 views

Wanita normalnya mengalami menstruasi setiap bulan. Namun, rentang siklusnya bisa berbeda-beda. Ada yang rutin haid setiap 21-35 hari sekali, ada yang lebih cepat atau lambat daripada itu. Sepanjang siklus tersebut, tidak banyak yang tahu bahwa ada proses yang terjadi secara bertahap di dalam rahim dan fase menstruasi.

Padahal, mengetahuinya bisa membantu Anda memprediksi kapan haid lagi di bulan berikutnya. Untuk Anda yang ingin memiliki anak, mengetahui tahapan fase menstruasi juga sangat berguna agar tahu kapan waktu paling subur untuk mulai merencanakan kehamilan.

Apa itu siklus menstruasi?

Siklus menstruasi adalah proses bulanan yang ditandai dengan serangkaian perubahan pada tubuh dan organ reproduksi wanita. Dalam proses ini ada dua hal utama yang akan terjadi, yaitu menstruasi atau kehamilan.

Setiap bulan, ovarium akan melepaskan sel telur selama proses yang disebut ovulasi. Di saat yang sama, perubahan hormon akan membantu mempersiapkan rahim Anda sebagai cikal bakal tempat untuk bayi tumbuh dan berkembang.

Fase menstruasi yang terjadi di setiap siklus

Berangkat dari kerja sama antara hormon-hormon kesuburan di atas, fase menstruasi terbagi menjadi empat tahapan. Berikut urutannya:

1. Fase menstruasi

Fase menstruasi adalah tahap pertama dari siklus haid setiap bulannya. Fase ini dimulai ketika sel telur yang dikeluarkan ovarium dari siklus sebelumnya tidak dibuahi. Hal ini membuat kadar estrogen dan progesteron turun.

Lapisan rahim yang menebal dan sudah dipersiapkan untuk mendukung kehamilan pun tak lagi dibutuhkan. Akhirnya lapisan rahim ini luruh dan keluar dalam bentuk darah yang disebut dengan menstruasi. Selain darah, vagina juga akan mengeluarkan lendir dan jaringan rahim.

Pada fase ini, Anda juga akan mengalami berbagai gejala yang dapat dirasakan berbeda oleh tiap orang, seperti:

  • Kram perut
  • Payudara terasa kencang dan nyeri
  • Perut kembung
  • Mood atau suasana hati mudah berubah
  • Menjadi mudah marah
  • Sakit kepala
  • Merasa lelah dan lemas
  • Sakit pinggang

Dalam satu siklus, menstruasi rata-rata berlangsung selama 3-7 hari. Namun, sebagian wanita juga bisa mengalami haid lebih dari 7 hari.

2. Fase folikuler (pra-ovulasi)

Fase folikuler atau pra-ovulasi dimulai di hari pertama haid. Di hari pertama Anda haid, di saat itu pula hormon perangsang folikel (FSH) mulai meningkat. Kondisi ini dimulai ketika hipotalamus mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari dan melepas zat kimia yang disebut dengan hormon pelepas gonadotropin (GnRH).

Hormon ini mendorong kelenjar hipofisis untuk menghasilkan peningkatan kadar hormon lutein (LH) dan FSH. FSH bertugas merangsang indung telur menghasilkan 5-20 kantong kecil yang disebut folikel. Setiap folikel mengandung sel telur yang belum matang. Dalam prosesnya, hanya sel telur yang paling sehatlah yang akhirnya akan matang. Sementara sisa folikel yang lainnya akan diserap kembali ke dalam tubuh.

Folikel yang matang akan memicu lonjakan estrogen untuk menebalkan lapisan rahim. Lapisan rahim menebal dikondisikan untuk menciptakan lingkungan kaya nutrisi bagi embrio (bakal janin) untuk tumbuh. Fase ini berlangsung sekitar 11-27 hari, tergantung pada siklus bulanan Anda. Namun umumnya wanita mengalami fase folikuler selama 16 hari.

3. Fase ovulasi

Meningkatkan kadar estrogen selama fase folikel atau pra ovulasi memicu kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon luteinizing (LH). Di fase inilah proses ovulasi dimulai. Ovulasi biasanya terjadi di pertengahan siklus, yaitu sekitar 2 minggu atau lebih sebelum mulai menstruasi.

Ovulasi adalah proses ketika ovarium melepaskan satu sel telur yang matang. Telur ini kemudian bergerak ke tuba falopi menuju rahim untuk dibuahi oleh sperma. Masa hidup sel telur biasanya hanya sekitar 24 jam untuk sampai bertemu sperma.

Fase ovulasi adalah satu-satunya kesempatan terbaik sepanjang siklus menstruasi untuk Anda berkesempatan hamil. Setelah 24 jam, sel telur yang tak bertemu sperma akan mati.

Ketika ovulasi, wanita biasanya mengalami keputihan kental dan lengket berwarna bening seperti putih telur. Suhu basal tubuh juga akan meningkat. Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dicapai selama istirahat atau dalam keadaan tidur. Suhu normal tubuh berada pada kisaran 35,5 sampai 36º Celsius. Namun saat ovulasi, suhu akan naik menjadi 37 sampai 38º Celsius.

4. Fase luteal

Saat folikel melepaskan telurnya, bentuknya berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum melepaskan hormon progesteron dan estrogen. Peningkatan hormon di fase ke-empat menstruasi ini berfungsi menjaga lapisan rahim tebal dan siap untuk ditanamkan telur yang telah dibuahi.